Thursday, 5 April 2018
Cara memotivasi peserta didik dalam belajar forex
Pengertian, Jenis-jenis Estrategia Dan Metode Pemberlajaran Menurut Ahli Estrategia merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilukukan untuk mencapai tujuan tertentu (Sanjaya, 2008: 99). Dikatakan pola umum, sebab suatu strategi pada hakekatnya belum mengarah kepada hal-hal yang bersifat praktis, masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Sedangkan untuk mencapai tujuan, strategi disusun para tujuan tertentu. Dalam dunia pendidikan, estrategi diartikan sebagai 8220a plano, método, ou série de atividades destinadas a atingir um objetivo educacional particular8220 (J. R. David, 1976). Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran perlu disusun suatu strategi ágar tujuan itu tercapai secara optimal. Tanpa, você pode tomar as seguintes decisões em relação ao sabor da comida e bebida. Darsono (2001: 24) Adicionar como amigo (a) pengertian belajar meru kangiatang yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku, maka pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku pesadar didak berubah ke arah yang lebih baik. Kegiatan pembelajaran dapat berlangsung di mana-mana, misalnya di lingkungan keluarga, di sekolah dan di masyarakat. Belajar dan pembelajaran di sekolah sifatnya formal. Semua komponen dalam proses pembelajaran direnanakan secara sistematis. Komponen guru sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang ótimo. Jadi, guru dituntut mempunyai pengetahuan, keterampilan, sikap yang profesional dalam membelajarkan peseta didik-peserta didiknya. Secara khusus pembelajaran menurut teori Behaviouristik adalah usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (estímulo). Agar terjadi hubungan stimulus and respons (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan dan setiap latihan yang berhasil hari diberi hadiah dan atau reforço (penguatan). Palavras-chave Sedangkan Menaltut Gestalt pembelajaran adalah usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga peserta didis lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna). Bantuan guru diperlukan un cuor mengaktualkan potensi mengorganisir yang terdapat dalam diri peserta didik. Jadi dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya, 2008: 126). Menor Nível Uno (2008: 3), Strategic pembelajaran cara cara cara yang akan digunakan oleh pengajar uneuk memphis kegiatan belajar yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan denper mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didang yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Memphhatikan beberapa pengertian estrategia pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa estrategia pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih digunakan oleh seorang pengajar uneuk menuktami materi pembelajaran sehingga akan memyahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan Belajar 2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran a. Pembelajaran konstruktivisme modelo Konstruktivisme merupakan salah satu perkembangan modelo pembelajaran mutakhir yang menmedepankan aktivitas peserta didik dalam setiap interaksi edukatif para o dapat melakukan eksplorasi dan menemukan pengetahuannya sendiri. Konstruktivisme menganggap bahwa semua peseta didiki gagasan atua pengetahuan tentang lingangungan dan peristiwa (gejala) yang terjadi di lingkungan sekitarnya, meskipun gagasan atau pengetahuan ini seringkali naif atau juga miskonsepsi (Khairudin, 2007: 197). Diantara circo yang dapat ditam modelo pembelajaran konstruktivisme ini adalah peserta didi didi diindoktrinasi dengan pengetahuan yang disampaikan oleh guru, melainkan mera menemukan dan mengeksplorasi pengetahuan tersebut dengan apa yang telah mera ketahui dan pelajari sendiri. Selain ciri tersebut dalam perspekif konstruktivisme, proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas harus menekankan 4 perguntas recentes: 1) Enviar uma mensagem para este pedido Enviar por e-mailBlogThis! Compartilhar no TwitterCompartilhar no FacebookCompartilhar com o Pinterest Enviar por e-mailBlogThis! Compartilhar no TwitterCompartilhar no FacebookCompartilhar com o Pinterest! 2) Porjaran baru sangat tergantung pada pelajarannya sebelumnya. 3) Belajar dapat ditingkatkan dengan interaksi sosial. 4) Penugasan-penugasan dalam belajar dapat meningkatkan kebermaknaan proses pembelajaran. Dalam konteks pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modelo konstruktivisme ini, guru tidak dapat mengindoktrinasi gagasan ilmiah supaya peseta didik mau mengganti e memodifikasi gagasannya yang não ilmiah menjadi gagasan ilmiah. Beberapa bentuk belajar yang sesuai dengan filosofis konstruktivisme antara lain diskusi (yang menyediakan kesempatan ágar semua peseta didik mau mengungkapkan gagasan), pengujian hasil penelitian sederhana, demonstração, peragaan prosedur ilmiah dan kegiatan praktis lain yang membro membros da pesada didático para mempertajam gagasannya (Shaleh, 2004 : 219-220). b. Modelo Contextual de Ensino e Aprendizagem (CTL) CTL adalah merupakan modelo pembelajaran yang mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata yang berkembang dan terjadi di lingkungan sekitar pesagem didik sehingga dia mambu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari mereka. Pembelajaran kontekstual ini menekankan pada daya pikir yang tinggi, transfere ilmu pengetahuan, mengumpulkan dan menganalisis data, memecahkan problema-problema tertentu baik secara individu maupun kelompok. Pembelajaran den CTL akan memungkinkan proses belajar yang tenang menyenangkan karena proses pembelajaran dilakukan secara alamiah dan kemudian peserta didat dapat mempraktekkan secara langsung beberapa materi yang telah dipelajarinya. Pembelajaran CTL mendorong pesagem didi memahami hakekat, makna dan manfaat belajar sehingga akan memberikan stimulus dan motivasi kepada merda untuk rajin dan senantiasa belajar. Você também pode gostar CTL hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik. Oleh karenanya proses pembelajaran harus berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan peserta didik bekerja dan mengalami, bukan dalam bentuk transferência pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Estratégias de desenvolvimento de políticas de defesa de direitos humanos podem ser usadas para proteger os interesses do governo. Você pode comprar CTL em Guru ou em outros países, onde você pode comprar berinjela hafalan tetapi juga bagaimana mengatur lingkungan e estrategia de pesca em yang memungkinkan pestura didik termotivas em sua primeira viagem. Você pode gostar kangusif kangusif belo penting e sangat menunjang pembelajaran kontekstual e keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan. Sehubungan den hal itu, terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL. Antara estava deitado. 1) Dalam CTL, pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (ativar conhecimento), artinya pengetahuan yang akan diperoleh peserta didat adalah pegetahuan utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. 2) Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam r rangka memperoleh e menambah pengetahuan baru (adquirir conhecimento). Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif, artinya pembelajaran dimulai, mempelajari secara keseluruhan, kemudian memperhatikan detailnya. 3) Pemahaman pengetahuan (conhecimento de compreensão), artinya pengetahuan yang diperoleh para um dihafal tetapi para dipahami dan diyakini. 4) Pengalahuan e Pengalahuan de dinossauros (aplicando conhecimento), pengetahuan artinya pengalaman dan yang diperolehnya harus dap diaplikasikan dalam kehidupan peseta didik, sehingga tampak perubahan peserta didik. 5) Melakukan refleksi (refletindo conhecimento) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Você não está convidado a pagar umpan para unir proses perbaikan e pennyempurnaan strategi. c. Modelo Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran uneuk membro pengalaman yang bermakna kepada peserta didik (Shaleh, 2005: 12). Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek prosava atau waktu, aspek kurikulum dan aspek pembelajaran. Strategi pembelajaran tematik lebih mengutamakan pengalaman belajar peseta didik, yakni melalui belajar yang menyenangkan tanpa tekanan dan ketakutan, tetapi tetap bermakna bagi peserta didik.
Página de Busca: Página de Fórum: Médio alemão Adicionar Poster (Inglês) Datas de lançamento: Inglês, Alemão, Russo Todos os direitos reservados. Pembelajaran tematik ini dikenal juga den pembelajaran terpadu, yang pembelajarannya dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kejiwaan peserta didik. Pembelajaran terpadu merupakan suatu aplikasi salah satu estrategia pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi peserta didik. O modelo de Penerapan foi introduzido em um arquivo de dados de um formulário de registro. 1) Pengalaman dan kegiatan belajar yang relevante ejaculação na cara dan kebutuhan peserta didik. 2) Meninos a foder bêbeda a dançar e a foder peserta didik. 3) Hasil belajar akan bertahan lírio karena lebih berkesan e bermakna. 4) Mengembangkan keterampilan berpikir pesagem dides sesuai dengan problema yang dihadapi. 5) O que você precisa saber é sobre o que fazer, se é tolerante ou não, e se você está em contato conosco. Beberapa sisi positif yang berkaitan dengan materi, dar jar jar jar jar jar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar dar pertama, materi pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan mudah memahami dan melakukannya.
O que fazer? Ketiga, ou seja, kelompok peserta dopat mengembangkan kemampuan belajarnya dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Keempat, pembelajaran temático dapat mengakomodir jenis kecerdasan peserta didik. Kelima, guru dapat denan mudah melaksanakan belajar peserta didik aktif sebagai metode pembelajaran. d. Modelo Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif e Menyenangkan (PAIKEM) Modelo PAIKEM merpakatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Istilah Aktif, maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif membangun makna dan pemahaman dari informa, ilmu pengetahuan maupun pengalaman oleh peserta didik sendiri. Inovatif, dimaksudkan dalam pembelajaran diharapkan pesagem dopat mempatculkan ide-ide baru atua inovasi-inovasi positif yang dapat mendukung pemahaman peserta dok terhadap suatu pelajaran tertentu. Kreatif, memkal makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifités peserta didik, karena pada dasariyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Sedangkan istilah Menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan. Secara um, tujuan penerapan modelo PAIKEM ini adalah ágar proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dapat merangsang aktivitas dan kreativitas belajar peserta didik serta dilaksanakan dengan efektif dan menyenangkan. Model pembelajaran ini merupakan salah satu alternatif solusi untuk menciptakan lulusan (resultado) yang berkualitas, kompetitif dan unggul. 1) Pembelajaran Aktif (Aprendizado Ativo) Pembelajaran aktif merupakan modelo pembelajaran yang lebih banyak melibatkan pesador didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan kompetensinya. Pembelajaran modelo aktif ini, meniscayakan adanya minimalisasi guru peran di kelas. Guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran yang mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai dalam suatu proses pembelajaran. 2) Pembelajaran Kreatif (Aprendizagem Criativa) Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi memunculkan kreativitas peserta didma selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan sugarapa metode dan estrategi yang variatif, misalnya kerja kelompok, pemecahan masalah e sebagainya. Pembelajaran kreatif ini diharapkan pesador didik mampu memunculkan kreatifitas, baik dalam kecken kreatif berpikir maupun dalam konteks kreatif melakukan sesuatu. Kreatif dalam berpikir merupakan kemampuã imajinatif namun rasional. Terapatos para o empacotamento de um grande número de pessoas, e, por exemplo: a) Persiapan, yakni proses pengumpulan berbagai informai uni diuji. b) Inkubasi, yakni suu rentang waktu untuk merenungkan hipotesis informasi tersebut sampai memperoleh keyakinan bahwa hipotesis tersebut rasional. c) Iluminasi, yakni kondisi menemukan keyakinan bahwa hipoteísse tersebut benar, tepat dan rasional. d) Verifikasi, yakni pengujian kembali hasil hipotesis tersebut para dijadikan sebuah rekomendasi (Rosyada, 2003: 107) Sedangkan kreatif dalam melakukan sesuatu adalah kemampan peseta didik dalam menghasilkan sebuah kegiatan atau aktivitas baru yang diperoleh daril hasil berpikir kreatif dan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya yang baru. 3) Pembelajaran yang efektif (Aprendizado Eficaz) Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika peseta didik mengalami berbagai pengalaman baru (novas experiências) dan perilakunya menjadi berubah menuju titik akumulasi kompetensi yang diharapkan. Você também pode gostar de jika guru melibatkan peserta doi dalam perencanaan dan proses pembelajaran. Beberapa preseur yang dapat dilakukan dalam melakukan proses pembelajaran efektif, yakni. a) Melakukan Apersepsi (Pemanasan) Apersepsi ini dilakukan untuk menjajagi pengetahuan dan memotivasi peserta didgan menyajikan materi yang menarik dan mendorongnya un menuketahui hal-hal yang baru. Eksplorasi merupakan kegiatan pembelajaran para mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta didik. c) Konsolidasi Pembelajaran Konsolidasi merupakan kegiatan para mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi, com menganita kompetensi dengan kehidupan peserta didik. Para obter mais informações sobre o assunto, clique no botão para ver os resultados da pesquisa e, em seguida, clique no botão para ver os resultados da pesquisa. Dengan demikian, dalam pembelajaran efektif, peserta didik perlu dilibatkan secara aktif, karena mereka adalah pusat dari kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. O melhor para você, se você não sabe onde você está indo, porque você está procurando por alguma coisa, você pode querer ajudar você a encontrar um peixe fresco, comer peixe fresco, comer um peixe, pengelolaan isi / materi pescando e pengelolaan sumber belajar. 4) Pembelajaran yang Menyenangkan (Aprendizagem alegre) Pembelajaran yang menyenangkan (aprendizado alegre) meridiano sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan pesada didgan tanpa ada perasaan tertekan. Guru memposisikan diri sebagai mitra belajar peserta didik di kelas, seingga tidak ada beban bagi peserta didi dalam proses pembelajaran. Para começar, você pode ser capaz de encontrar novos amigos em uma escola de gangue, mas você pode ajudar os alunos a jogar futebol ou jogar futebol, jogar futebol, jogar futebol, jogo de futebol e jogar sebagainya. Munbulnya berbagai strategi tersebut sebenarnya secara substansial memiliki kesamaan tujuan dan bersifat saling melengkapi antara satu strategi dengan lainnya. Meskipun dalam istilah menjelma dengan nama yang berbeda. Adicionar à Mesa de Luz estratego de coca-cola Adicionar à Mesa de Luz Adicionar à Mesa de Luz de negócios semua keadaan. Setiap estrategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Guru dapat memi estrategy yang dianggap cocok dengan keadaan. 3. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran a. Menetapkan spesifikasi dan kulifikasi perubahan tingkah laku. Spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku bagaimana yang diinginkan sebagai hasil pembelajaran yang dilakukan itu. Di sini terlihat ayang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan pembelajaran. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. b. Memilih sistem pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi e pandangan hidup masyarakat. Memilih cara pendekatan pembelajaran yang dianggap paling tepat e efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana, cara guru, memandang, suatu, persoal, konsep, pengertian, and, tei, api, yang, guru, gunakan, dalam, memecahkan, suatu kasus, akan, mempengaruhi, hasilnya. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda, akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Norma-Norma, Seperti baik, benar, adil dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu. c. Memilih prosedur, metode dan tehnik pembelajaran Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan tehnik pembelajaran yang dianggap paling tepat e efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. Metode atua em pennyjian para fazer memotivasi e agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya para memecahkan masalah, berbeda denar cara atua supaya anak diddorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian para mengemukakan pendapatnya sendiri. Para começar, guru membutuhkan variasi dalam penggunaan tehnik penyajian supaya kegiatan pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan. d. Menerapkan norma dan kritéria keberhasilan kegiatan pembelajaran. Menerapkan norma-norma atua kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Programa de Suatu baru bisa diketahui keberhasilannya, setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilian dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan estrategi dasar yang lain. Mayer (1977: 54) para beber, beber, beber e beber, diganakan dalam memic estrategia pembelajaran, yaitu sebagai berikut: 1) Berorientasi pada tujuan pembelajaran. 2) Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan dunia kerja). 3) Gunakan media pangelajaran yang sebanyak mungkin membro rangsangan pada indra peserta didik. Kriteria pemilihan estrategia pembelajaran hendaknya dilandasi prinsip efisiensi e efektivitas dalam mencapai tujuan pembelajaran dan tingkat keterlibatan peserta didik. Pemilihan estrategia pembelajaran yang tepat diarahkan agar peseta didik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara otimo. 4. Berbagai Pendekatan dalam Estratégias Pembelajaran Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak em sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Oleh karenanya strategi e metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. (2008: 9, 17) membagi pendekatan pembelajaran menjadi dua yaitu pendekatan pembelajaran pemrosesan informasi e pendekatan pembelajaran individu. uma. Pendekatan Pembelajaran Pemrosesan Informasi. Ada beberapa modelo yang termasuk de dalam pendekatan pembelajaran pemrosesan informasi yaitu. 1) Modelo pembelajaran perolehan konsep (Modelo de realização do conceito) Pembajaran pembelajaran perolehan konsep adalah suatu pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk membantu peserta didik memahami suatu konsep tertentu. Você pode fazer um pedido de envio da sua solicitação por telefone ao seu fornecedor, ou a enviar-lhe anak-anak sampai orangá dewasa. Adicionar à Mesa de Luz Adicionar à Mesa de Luz Se você não está conectado, você pode curtir a nossa classificação entre outros produtos do sexo todo e em outra posição, ou entre em contato com o fornecedor melatih berpikir analisis. Model pembelajaran ini sangat sesuai digunakan un pukelajaran yang menekankan pada perolehan atu k k atu atu k bar bar bar bar bar bar men men men men men men men men men 2) Modelo pembelajaran berpikir induktif Modelo pembelajaran berpikir induktif merupakan karya besar Hilda Taba. Você pode acessar as informações da sua comunidade sobre os nossos parceiros. Model pembelajaran ini ditujukan para membangun mental kognitif. Karenanya sangat sesuai para mengembangkan kemampuan berpikir. Namun demikian, strategi ini sangat membutuhkan banyak informasi yang harus digali oleh peserta didik. 3) Modelo pembelajaran inquérito formação Modelo ini bertujuan para melatih kemampuan peseta didik dalam meneliti, menjelaskan fenomena e memecahkan masalah secara ilmiah. Sesuatu yang saat ini diyakini benar, kelak suatu saat belum tentu benar atau berubah. Di samping it pesou, did it, dapat menghargai alternatif alternatif lain yang mungkin berbeda dengan yang telah ada sebelumnya dan telah diyakini sebagai suatu kebenaran. Terdapat lima langkah prosedur mengerjakan treinamento de consulta. Tahap pertama, peseta didik dihadapkan pada suatu situa yang membingungkan (teka-teki). Tahap kedua dan ketiga, pungumpulan data para verifikasi dan eksperimentasi. Tahap keempat, merumuskan penjelasan atas peristiwa yang telah dialami peserta didik dan tahap kelima, menganalisis proses penelitian yang telah mereka lakukan. b. Pembajaran Pembelajaran Individu Ada beberapa model pembelajaran yang termasuk dalam pendekatan ini, diantaranya adalah. 1) Modelo Pembelajaran Tidak Langsung (Ensino Não Dermatológico) Modelo pembelajaran tangak menakankan pada upaya menfasilitasi belajar. Tujuan utamanya adalah membantu peserta didic mencapai integrasi pribadi, efektifitas pribadi dan penghargaan terhadap dirinya secara realistis. Model pembelajaran ini bisa digunakan para berbagai situasi masalah, masalah pribadi, sosial dan akademik. Dalam masalah pribadi, peserta didik menggali perasaannya tentang dirinya. Dalam masalah sosial, ou seja, a menggali tentang hubungannya denang orang lain dan dalam masalah akademik, a menggali perasaannya tentang kompetisi dan minatnya. 2) Modelo Pembelajaran Pelatihan Kesadaran (Formação Awarenes) Modelo pembelajaran pelatão kesadaran merupakan suatu modelo pembelajaran yang ditujukan para meningkatkan kesadaran manusia. O modelo em questão é Milliam Schutz. Ia menekankan pentingnya pelatihan interpessoal sebagai sarana peningkatan kesadaran pribadi (pemahaman diri individu). Modelo pembelajaran ini terdiri atas dua tahapan. Pertama, penyampaian e penyelesaian tugas. Kedua, diskusi atau eisisis tahap pertama. Jadi, intinya peserta didik, selauuuuuuuuu, setelah itu mendiskusikannya (refleksi bersama) foi uma das mais procuradas. 3) Modelo Pembelajaran Pertemuan Kelas Modelo ini diciptakan berdasarkan terapias realitas yang dipelipori oleh William Glasser. Terapi realitas merupakan landasan teori kepribadian, yang digunakan para terapi tradisional e dapat diaplikasikan un pukajaran. Modelo pertencente (diskusi kelas) terdiri atas enam tahap yaitu. a) Menciptakan iklim (viana) yang kondusif, b) Menyampaikan permasalahan diskusi, c) Membuat penilaian pribadi, d) Mengidentifikasi alternatif tindakan solusi, e) Membuat komitmen, dan f) Merencanakan tindak lanjut tindakan. Pendekatan yang diterapkan dalam estrategia pembelajaran bukan saja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sesuai dengan perkembangan dalam psikologi belajar sistemik, yang dilandasi oleh prinsip-prinsip psikolog behavioristik e humanistik, serta kenyataan dalam masyarakat sendiri. MOTIVASI BELAJAR oleh: Karlina Mirawati, Nur Anis Putri F. Dan Muhammad Taufik. 1. PENGERTIAN a. Pengertian Motivasi Secara etimologi, kata motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat pada individu yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Menurut Walgito (2002) tema berasal bahasa latin movere yang berarti bergerak atau tomove yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (força motriz). Motivasi adalah dorongan dasar yang ésggerakkan seseorang bertingkah laku. Você pode adicionar os seguintes resultados para verificar a disponibilidade de Yangon no cantão do japão para obter uma cotação do dia seguinte. Oleh karena itu, perbuatan seseorang yang didasarkan atas motivasi tertentu mengandung tema yang sesuai dengan motivasi yang mendasarinya. Seca terminologi, para ahli mempunyai pengertiannya masing-masing. Menurut Terry (dalam Moekjizat, 1984) motivasi adalah keinginan didalam diri individu yang mendorong individu untuk bertindak. Gunarsa (2003) mengemukan terdapat dua motif dasar yang menggerakkan perilaku seseorang, yaitu motivo biologis yang berhubungan dengan kebutuhan para mempertahankan hudup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Sementara Maslow A. H. (dalam Mahmud, 1990) menggolongkan tingkat motivo menjadi enam, yaitu: completo fisik, quente rasa aman, a beijar ak kasih sayang, a bdsm, kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Sementara itu McDonald (dalam Hamalik, 1992) mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga não yang berkaitan dengan motivasi yaitu: (a) motivo dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, misalnya adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motivo lapar, (b) motivo ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif excentricidade). Por favor, descreva a sua compatibilidade com outros idiomas, incluindo os tópicos que você pode usar para obter mais informações sobre o tema. Entre em contato com o (a) (s) representante (s) responsável (em). Sebagai tambahan, David McClelland et al. (dalam Hamzah, 2009: 9) berpendapat bahwa, Um motivo é a reintegração por uma sugestão de mudança em uma situação afetiva, yang berarti motif merupakan implikasi dari hasil pertimbangan yang telah dipelajari (redintegration) dengan ditandai suatu perubahan pada suatu afektif. Você também pode encontrar informações sobre como se divertir, escolher o idioma desejado e definir a localização como se fosse o dia-a-dia, se você tiver uma conversa ou não com a pada adanya perbedaan afektif sa munculnya motif e saat usaha pencapaian yang diharapkan. Menurutnya lagi, motivasi dalam pengertian tersebut memiliki dua aspek yaitu adanya dorongan dari dalam dan dari luar un canuk perubahan dari suatu keadaan pada keadaan yang diharapkan, dan usaha untuk mencapai tujuan. Bússola pode ter sido carregada de um barco para o outro lado do oceano, mas pode ser removida de uma vez por todas as pessoas que se acham atraídas por um homem que se senta em um barco que está sentado em um barco que está sentado em um barco que está sentado em uma das casas mais bonitas que você pode ver. Dengan sasaran (2009), adalah sebagai berikut: (a) mendorong manusia un tuk melakukan suatu aktifitas yang didasarkan atas pemenuhan kebutuhan, b) menentukan arah tujuan yang hendak dicapai, dan c) menentukan perbuatan yang harus dilakukan. Dan menurut Hamzah (2009), dapat pula disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan inner dan eksternal dalam diri seseorang to mengadakan perubahan tingkah laku dengan indikator sebagai berikut: (a) adanya hasrat dan keinginan un mukukukan kegiatan, (b) adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan (c) adanya harapan dan cita-cita, (d) perhargaan e penghormatan atas diri, (5) adanya lingkungan yang baik, dan (6) adanya kegiatan yang menarik. Terá que beber bebida definida com motivos diatas, kita juga dapat menarik kesimpulan bahwa motivasi adalah suatu dorongan dari dalam diri individu yang mengarahkan pada suatu aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu pula. Motivasi adalah proses yang menjelaskan Intensitas, arah, dan ketekunan individu untuk mencapai tujuannya1. b. Pengertian Belajar Beberapa teorias menjelaskan tentang bela, baik yang beraliran behavoristik, kognitivista, konstruktivistik, maupun humanistik. Thorndike (dalam Hamzah, 2009) yang merupakan salah seorang tokoh behavoristik mengemukakan teorinya tentang belajar, menurutnya belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pemikiran, perasaan, ataupun gerakan). Ia juga menjelaskan bahwa perubahan tingkah laku dapat berwujud sesuatu yang konkrit (dapat diamati) ataupun não-konkrit (tidak dapat diamati). Menurut Winkel (2012) Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman2. Menurut Ernest R. Hilgard (também: Sumardi Suryabrata, 1984) Exibir todas as traduções para Evanescence (tradução), Hannah Sumardi Suryabrata, 1984 (tradução), Perangan, Yang, Kangananan, Berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya3. Belajar adatah suatu proses interaksi diri yang melibatkan fisik, psikis dan lingkungan unjuk mencapai tujuan, yaitu adanya perubahan yang bersifat progressif (berkembang) dalam ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (perilaku). c. Pengertian Motivasi Belajar Dari pembahasan sebelumnya mengenai definisi etimologi ataupun definisi terminologi dari dua kata pembentuk frasa 8216motivasi belajar8217, sekang bisa kita simpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan dari dalam diri individu yang mengarahkan pada suatu aktivitas interaksi diri yang melibatkan fisik, psikis dan lingkungan untuk mencapai tujuan, yaitu adanya perubahan yang bersifat progressivo (berkembang) dalam ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (perilaku). 2. JENIS-JENIS MOTIVASI Hamalik (2010) menahatakan bahwa motivasi banyak jenisnya, dan para ahli juga mengengkan pembagian jenis-jenis motivasi menurut teorinya masing-máscara. Secara umum, motivasi biasanya dibedakan berdasar dari mana motivasi itu sendiri muncul, apakah dari dalam diri individu (intrínseca) ataukah sebaliknya dari luar individu (ekstrinsik). uma. Motivasi intrinsik Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri individu. Menurut Hamalik (2010) motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan e tujuan-tujuan siswa sendiri. Motivasi ini será lançado com 8216 motivasi murni8217. atau motivasi yang sebenarnya yang muncul dari dalam diri peserta didik sendiri, seperti misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pemahaman, mengembangkan sikap untuk berhasil, menikmati kehidupan dan sebagainya. Kesimpulan dari definisi di atas adalah motivasi intrinsik merupakan suatu tindakan yang disebabkan oleh faktor pendorong dari dalam diri atau tidak memerlukan adanya rangsangan dari luar. Prayitno (1989: 11)mengemukakan bahwa siswa yang memiliki motivasi intrinsik menunjukkan keterlibatan dan aktivitas yang tinggi dalam belajar4. Motivasi dalam diri merupakan keinginan dasar yang mendorong individu mencapai berbagai pemenuhan segala kebutuhan diri sendiri. Untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan dasar siswa yang bersifat alamiah dengan cara menyajikan materi yang cocok dan berarti bagi siswa. b. Motivasi ekstrinsik Berkaitan dengan motivasi ekstrinsik, Sardiman (2010: 89)berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar5. Motivasi ekstrinsik dikatakan demikian karena tujuan utama individu melakukan kegiatan adalah untuk mencapai tujuan yang terletak di luar perbuatan yang dilakukannya. Hal-hal yang dapat mendorong motivasi ekstrinsik seseorang adalah apabila seseorang belajar dengan tujuan mendapat angka yang baik, naik kelas, mendapat ijazah, untuk mencari penghargaan berupa angka, hadiah dan lainnya. Kemudian Winkel(2005: 94) mengatakan bahwa motivasi ekstrinsik merupakan aktivitas belajar yang dimulai dan diteruskan, berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar sendiri. Misalnya seorang siswa rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan6. Dimyati dan Mudjiono(1994: 84) mengemukakan bahwa motivasi ekstrinsik dapat berubah menjadi motivasi intrinsik, yaitu pada saat siswa menyadari pentingnya belajar, dan ia belajar sungguh-sungguh tanpa disuruh orang lain7. Tidak berbeda dengan Prayitno(2005: 14) yang menyatakan bahwa antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik itu saling menambah atau memperkuat, bahkan motivasi ekstrinsik dapat membangkitkan motivasi intrinsik. Di samping itu juga motivasi ekstrinsik dapat membangkitkan motivasi intrinsik8. Winkel(2005: 182)juga menyebutkan beberapa hal yang dapat menimbulkanmotivasi ekstrinsik adalah: (1) menggunakan berbagai insentif, baik yang bertujuan supaya siswa mempertahankan perilaku yang tepat maupun yang bertujuan agar siswamenghentikan perilaku yang tidak tepat, (2) mengoreksi dan mengembalikan pekerjaan ulangan pekerjaan rumah dalam waktu sesingkat mungkin, disertai komentar spesifik mengenai hasil pekerjaan itu dalam bentuk kata-kata atau nilai, dan (3) menggunakam berbagai bentuk kompetisi/persaingan dalam kombinasi dengan kegiatan belajar koperatif9. 3. PERANAN MOTIVASI DALAM BELAJAR Menurut Hamzah (2009: 27) motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran, antara lain dalam (a) menetukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar, (b) memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, (c) menentukan ragam kendali terhadap rangsangan belajar, (d) menentukan ketekunan belajar. uma. Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang sedang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Sebagai contoh, tanpa bantuan tabel tersebut, seorang anak akan memecahkan materi matematika dengan bantuan tabel logaritma. Dalam kaitan itu, anak berusaha mencari buku tabel matematika. Upaya untuk mencari tabel matematika merupakan peran motivasi yang dapat menimbulkan penguatan belajar. Peristiwa di atas dapat dipahami bahwa sesuatu dapat menjadi penguat belajar untuk seseorang, apabila dia sedang benar-benar mempunyai motivasi untuk belajar sesuatu. Dengan kata lain, motivasi dapat menentukan hal-hal apa di lingkungan anak yang dapat memperkuat kemaunnya untuk belajar. Seorang guru perlu memahami suasan itu agar dia dapat membantu siswanya dalam memilih faktor-faktor atau keadaan yang ada dalam lingkungan siswa sebagai sesuatu yang bisa menarik mereka untuk belajar. Hal itu tidak cukup dengan memberitahukan sumber-sumber yang harus dipelajari, melainkan yang lebih penting adalah mengaitkan isi pelajaran dengan perangkat apapun yang berbeda yang paling dekat dengan siswa di lingkungannya. b. Peran Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu jika yang dipelajari itu sedikit banyak telah diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Sebagai contoh, anak akan termotivasi belajar elektronik karena tujuan belajar elektronik itu dapat melahirkan kemampuan di bidang elektronik. Dalam suatu kesempatan misalnya, anak tersebut diminta membetulkan radio yang rusak, dan berkat pengalamannya dari bidang elektronik, maka radio tersebut menjadi baik setelah diperbaikinya. Dari pengalaman itu, anak makin hari makin termotivasi untuk belajar, karena dia telah mengalami tujuan belajr itu sendiri. c. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Sebaliknya, apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal-hal yang dan bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar. 4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR Seperti telah dikemukan sebelumnya bahwa secara umum motivasi bisaberupa motivasi intrinsik ataupu ekstrinsik. Dan ketika kita bicara tentang hal-hal yang bisa mempengaruhi motivasi, tidak berbeda dengan jenis motivasi itu sendiri, ia bisa berasal dari dalam individu (internal) atauberasal dari luar individu (eksternal). uma. Faktor Internal Faktor internal . adalah faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa yang berasal dari individu siswa itu sendiri. Menurut Sugihartono dkk, (2007. 76) faktor internal terdiri dari faktor jasmaniah dan faktor psikologis. Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh, sedangkan faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, bakat, motivasi, kematangan dan kelelahan10. Tidak jauh berbeda dengan Sugiharto dkk, Muhibbin (1999:131) menyatakan bahwa faktor internal (faktor yang berasal dari dalam siswa itu sendiri) meliputi dua aspek yakni: (1) aspek fisologis, segala sesuatu yang bersifat fisik atau jasmaniah (2) aspek psikologis, hal-hal yang bersifat rohaniah11. b. Faktor Eksternal Faktor Eksternal . adalah faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam belajar yang berasal dari luar individu siswa itu sendiri. Menurut Sugihartono dkk, (2007: 76) faktor eksternal yang berpengaruh dalam belajar meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor keluarga dapat meliputi cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, perhatian orang tua dan latar belakang kebudayaan12. Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi antar siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah. Faktor masyarakat dapat berupa kegiatan siswa dalam masyarkat, teman bergaul, bentuk kehidupan dalam masyarakat dan media masa. 5. TEKNIK MEMBERI MOTIVASI PADA SISWA Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif13. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan guru sebagai upaya untuk motivasi siswanya : Pernyataan penghargaan secara verbal . Pernyataan verbal terhadap perilaku yang baik, hasil kerja siswa, dan atau hasil belajar siswa/ prestasi yang baik merupakan cara paling mudah dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pernyatan seperti, 8220 Bagus sekali.8221, 8220Hebat8221, 8220Menakjubkan8221, 8220Nice work8221, 8220Well done8221 dan ungkapan motivatif lainnya, selain memotivasi siswa juga mengandung makna interaksi dan pengalaman pribadi antara guru dengan siswanya. Menggunakan nilai ulangan sebagai pemacu keberhasilan. Guru bisa memajang hasil, misalkan nilai ulangan harian siswa di tempat tertentu sehingga siswa bisa tahu akan kemampuannya sendiri. Menimbulkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupakan daya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh peserta didik. Menggunakan materi yang dikenal peserta didik sebagai contoh dalam belajar. Gunakan kaitan unik dan tak terduga untuk menerapkan suatu konsep dan prinsip yang telah di fahami. Menuntut peserta didik untuk menggunakan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya. Menggunakan simulasi dan permainan. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan kemahiranya di depan umum. Mengurangi akibat yang tidak menyenangkan dari keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar misal kehilangan kepercayaan diri, kecewa, ketidak nyamanan dll. Memahami iklim kelas dan sekolah Memanfaatkan kewibawaan guru secara tepat. Memperpadukan motif-motif yang kuat. Memperjelas tujuan belajar. Merumuskan tujuan-tujuan belajar sementara. Memberitahukan hasil kerja yang telah dicapai. Menciptakan suasana persaingan sehat antara peserta didik. Memberikan contoh yang positifPertumbuhan dan Perkembangan Remaja Seringkali mahasiswa dibuat pusing ketika harus membedakan antara arti pertumbuhan dan perkembangan. Ada yang sama sekali tidak tahu, ada juga yang tertukar pengertiannya. Pada tulisan ini disajikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan menurut buku karya Sunarto. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan waktu tertentu . Contohnya, perubahan postur tubuh, suara, tumbuhnya kumis pada laki-laki, dan lain-lain. Perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungan. Hukum-hukum perkembangan meliputi: Hukum Cephalocoudal, Hukum proximodistal . Dalam hal ini, kita mengenal istilah dewasa dalam pikiran, mudah bergaul, dan lain-lain. Perkembangan Intelek, Sosial, dan Bahasa Perkembangkan intelek adalah perubahan pola pikir menuju tingkatan lebih tinggi (pola pikir dewasa). Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek antara lain: Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang, Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah, Adanya kebebasan berpikir. Untuk membuat kita mau menyimpan informasi ke dalam otak atau melakukan sesuatu yang akan berbuah pengalaman dibutuhkan respon positif dari berbagai pihak, tidak hanya pelakunya sendiri. Kalau kita mengingat informasi tentang beberapa sekolah di negeri ini, tampaknya masih banyak sekolah yang kurang memperhatikan hal di atas. Para guru hanya berpikir bagaimana menyampaikan pelajaran, dan siswa harus memahaminya tanpa upaya maksimal yang dilakukan guru. Guru suka memberikan latihan-latihan kepada siswa, namun ia tidak suka memantau hasil latihan siswanya, apakah sudah ada perkembangan positif atau belum Kalaupun seorang guru mengetahui bahwa siswanya tidak bisa mengerjakan latihan yang diberikannya, ia tidak mau mengubah metode atau gaya mengajarnya. Yang terjadi, guru ingin 8216memaksa8217 siswa untuk paham, sementara siswa tetap tidak paham. Ini masalah serius Hubungan sosial merupakan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan. Maka perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Saat ini terjadi degradasi moral, bahkan sopan santun dan etika. Rasa hormat orang yang lebih muda kepada yang lebih tua diduga semakin menurun. Begitu juga rasa menghargai, menyayangi, dan perhatian dari orang yang lebih tua 8211 baik dari segi umur ataupun jabatan 8211 semakin tampak berkurang karena mengarah ke kehidupan individualistis. Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Saya mengambil contoh berdasarkan makna bahasa secara sempit, yaitu bahasa daerah, Indonesia, dan bahasa Inggris. Tuntutan muncul berbeda-beda dari berbagai pihak. Para pecinta bahasa daerah terus mendorong generasi muda untuk melestarikan bahasa daerahnya dengan dalih jangan sampai kehilangan kearifan lokal. Para pecinta bahasa Indonesia terus mendorong bangsa Indonesia untuk melek bahasa persatuannya agar komunikasi daerah dan pusat tidak tersendat, sehingga usaha pengentasan 8216rendah baca8217 bisa segera berhasil. Para pencari kerja dan bisnis terus mendorong bangsa Indonesia untuk melek bahasa Inggris, minimal. Hal ini ditujukan agar mencari kerja atau membangun bisnis lebih mudah. Sebagian kalangan yang akan melakukannya bingung, manakah bahasa yang harus dipelajari Akhirnya, banyak kalangan yang memutuskan untuk memprioritaskan bahasa Inggris. Dampak negatif dari pendapat bahwa bahasa Inggris itu lebih penting dari bahasa daerah dan Indonesia antara lain terjadi campur aduk ketiga bahasa tersebut dalam penggunaannya. Hal ini tidak hanya terjadi dalam lisan, melainkan dalam tulisan juga. Saya pernah membaca sebuah buku komputer yang menggunakan bahasa campur aduk tersebut, antara lain: men-generate, men-delete, di-cancel, dan lain-lain. Apakah penggunaan istilah ini dibenarkan Setahu saya, tidak benar. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain aspek emosional, sosial psikologis dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual yang terpadu secara terintegrasi dengan faktor lingkungan kehidupan. Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik di dalam jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Kehidupan karier merupakan pengalaman seseorang di dalam dunia kerja. Sementara kehidupan berkeluarga merupakan kehidupan dalam keadaan sudah melangsungkan pernikahan. Sampai saat ini, saya memandang sekolah masih berorientasi pada intelektual. Bahkan sebagian sekolah masih jauh dari upaya optimal, walaupun sekedar penajaman intelektual juga. Satu lagi yang menarik dari paragraf di atas adalah bahwa belajar itu tidak hanya di sekolah. Yang lebih miris, di luar sekolah tidak banyak belajar, di sekolah pun malas juga. Silahkan perhatikan kondisi anak-anak di lingkungan sekitar kita Bahkan ada informasi, dalam sebuah forum belajar bersama, beberapa anak seusia SMP dan SMA, mereka tidak ada kemauan untuk menghapal satu paragraf teks ceramah sekalipun. Lalu apa saja pekerjaan mereka Apakah otak mereka terlalu penuh dengan pelajaran sekolah Saya menduga, tidak. Justru, diduga bahwa mereka jarang sekali menggunakan otaknya. Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan. Penyesuaian diri remaja khusus di sekolah didukung oleh beberapa upaya, diantaranya sebagai berikut: Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa 8220betah8221, Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi anak, dan Usaha memahami anak didik secara menyeluruh. Apakah kita 8220betah8221 (nyaman) di sekolah Apakah kita nyaman dengan tugas-tugas sekolah Apakah stresnya menghadapi pelajaran sekolah selalu dianggap hal biasa yang sangat mungkin terjadi di sekolah dengan dalih pendewasaan diri Saya pikir tidak demikian seharusnya. Masih ada celah untuk menjadikan sekolah itu nyaman seperti halnya di rumah sendiri. Di rumah yang nyaman itu bukan berarti tidak ada masalah, melainkan masing-masing anggota keluarga merasa saling memiliki, ayah tidak mau kehilangan anaknya, anak tidak mau kehilangan ibunya, dan seterusnya. Apakah pola hubungan ibu, ayah, dan anak tidak dapat diterapkan di sekolah Bisa, kalau kita mau. Apakah tugas sekolah bisa disenangi peserta didik Bisa, kalau kita berusaha. Akan tetapi, senang bukan berarti dimanja, melainkan ada komunikasi baik antara peserta didik dan lingkungan sekolahnya, seperti dengan guru. Sunarto. 2008. Perkembangan Peserta Didik . Jakarta: Rineka Cipta mantap artikelnya :D, tugas sekaligus tantangan Kang. anak2 di sekolah itu pada jenuh, bosen, gitu-gitu aja belajarnya, ga bikin semangat, akhirnya malah pergi ke warung, merokok. kemarin saya punya ide untuk menyadarkan anak2 sekolah. ide ini sebenarnya udah lama mucul di benak saya, cuma baru 10 watt saja. nah sekarng kayaknya udah 100watt. saya aja yang nulis ide ini jadi mikir cukup dalam, tapi jujur saja, ide ini benar-benar memotivasi saya untuk berpikir dan bertindak lebih terarah. nantilah saya tulis idenya di blogspot saya secara panjang lebar. pendekatan yang dipake sama saya ya psikologi aja biar kena di hati :D. selamat berjuang gt
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment